Aksara
Nusantara

Tentang aksakun.org

1229716_10201804162570803_69208322_o

Berawal dari sebuah impian untuk mengumpulkan semua data mengenai aksara yang pernah digunakan di Nusantara inilah kemudian muncul ide untuk membuat peta interaktif yang berisikan informasi data-data aksara yang sudah dikumpulkan secara gerilya tersebut.

Ide itu muncul akibat dari kesadaran akan keterbatasan akses data sebagai bahan kajian mengenai aksara yang ada di Nusantara. Termasuk juga karena sepinya peminat yang mau menekuni soal aksara dan media penulisannya, yaitu naskah dan prasasti.

Rasa ingin berbagi informasi mengenai aksara tersebut sangatlah besar. Selain kemunculan kelas belajar aksara bersama yang disebut Kelas Aksakun sejak 2009 di Bandung menambah semangat dan pengetahuan tersendiri untuk terus menyebarluaskan dan mempopulerkan aksara-aksara kuno di Nusantara kepada khalayak umum lintas generasi lewat media yang mudah dijangkau, yakni berbasis website.

Website yang bersifat informatif dan interaktif ini selain menuliskan keberadaan aksara-aksara kuna yang pernah hidup di Nusantara juga bertujuan untuk mengajak yang lain turut serta belajar lewat permainan. Juga diharapkan dapat mengapreasiasi kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan ini.

1184512_10201816446437892_502980443_o

aksakun.org adalah karya sekelompok pemuda yang melihat aksara dengan ketertarikannya tersendiri. Aksara yang pernah digunakan masyarakat Nusantara sejak abad ke-5 merupakan wujud kreativitas budaya leluhur atau para pendahulu yang hidup di negeri ini. Kreativitas yang dipengaruhi berbagai unsur budaya, ekonomi, politik, agama dan sebagainya.

Apabila melihat titi mangsa, aksara di Nusantara mengalami beberapa periode penggunaan dan perkembangannya di Nusantara. Aksara tersebut berubah atau berganti seiring Nusantara dipengaruhi atau dihegemoni sebuah kekuatan budaya atau kekuasaan yang kuat. Contohnya saja seperti masa sekarang ini, dimana Nusantara dikuasai aksara Latin, aksara yang memiliki sejarah tersendiri ketika orang-orang Eropa mengunjungi Nusantara sekitar abad ke-16.

Aksakun singkatan dari aksara (kuna) Nusantara, yang artinya ruang lingkup penyajian ruang ini mencakup aksara-aksara yang pernah muncul dan digunakan di Nusantara. Konten utama aksakun.org adalah aksara yang tertulis pada naskah dan prasasti. Karena dua artefak budaya itulah yang mendokumentasikan aksara pada masanya dan masih dapat ditemukan hingga masa kini di berbagai pelosok Nusantara.

1240733_10201816438877703_367854844_o

Naskah dan prasasti yang disajikan di sini sebagian besar sudah terdata oleh museum, peneliti yang terkait atau perpustakaan daerah maupun pusat. Sebagiannya lagi ada yang belum tersentuh, dikaji atau didata karena masih tersimpan di masyarakat.

Pendataan aksara pada naskah dan prasasti yang dilakukan ini melalui tahapan kajian pustaka terlebih dahulu. Dengan membaca katalog-katalog naskah kuno dan buku-buku berisi informasi prasasti yang telah diterbitkan sejak zaman Belanda.

Kemudian pencarian fisik dilakukan dengan cara penelusuran lapangan baik di museum, perpustakaan atau di tempat dan rumah masyarakat. Tahap berikutnya yaitu melengkapi data yang telah ada (dari peneliti sebelumnya) atau menulis dari awal karena informasi belum ada sama sekali. Setelah itu, pendokumentasian berupa pengambilan gambar seijin pemilik atau pengelola. Dan tidak lupa meminta ijin untuk dipublikasikan dalam bentuk katalog atau informasi awal dalam website ini.

Aksara yang tertulis pada naskah kuno merupakan salah satu kajian ilmu filologi. Filologi adalah ilmu yang mengkaji dan menganalisis naskah-naskah kuno atau manuskrip. Dalam naskah kuno tertulis karya sastra agung hasil ciptaan nenek moyang. Tulisan sastra dalam naskah kuno mengandung ilmu pengetahuan seperti sejarah, adat-istiadat, mitos, resep pengobatan, religi, kesenian, perilaku atau tradisi, ramalan, kalender, doa-mantra, dan sebagainya. Naskah kuno sangat kaya isi kandungannya, akan tetapi, pada kenyataannya filologi merupakan disiplin ilmu yang terpinggirkan, kurang diminati, karena dianggap zaman dulu, ketinggalan dan tidak menarik.

Sedangkan aksara pada prasasti merupakan salah satu kajian arkeologi, lebih khususnya lagi merupakan kajian ilmu paleografi, yaitu ilmu yang mempelajari sejarah aksara dan epigrafi, yaitu ilmu yang mempelajari aksara yang tergores pada batu, lempeng tembaga dan lainnya. Sekarang ini, di Nusantara hanya beberapa arkeolog yang memiliki spesialisasi keahlian sebagai paleograf atau epigraf.

1078208_10201779161465791_45326122_n

Logo aksakun.org yang ditampilkan pada website ini berupa pohon lontar yang berlatarkan batu prasasti. Pohon lontar dan batu merupakan salah satu dari beberapa media tulis yang digunakan masyarakat Nusantara. Dengan demikian, tujuan utama aksakun.org ini bukan untuk menyajikan data selengkap mungkin, melainkan mengumpulkan ragam aksara yang tertulis pada naskah-naskah kuno maupun yang tergores pada batu-batu prasasti yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, sehingga terwujud satu upaya pemetaan aksara, agar khalayak umum mengenal aksara-aksara yang merupakan warisan budaya yang diturunkan leluhur. Hingga diharapkan dapat muncul sebuah rasa untuk turut menghargai dan memelihara keberadaannya. Ya, berawal dari mengetahui terlebih dahulu, mengenalnya, maka muncul kasih sayang untuk ikut menjaganya.

Semoga bermanfaat!

Sinta Ridwan

1305377_10202028587821294_899974489_n

“Poster Peluncuran Website aksakun.org

*Ditulis oleh Sinta Ridwan